Ketika kita mencari di google dengan keyword: “konsep digital marketing”, kebanyakan kita hanya menemui hasil copy paste dari website luar negeri dan menurut kami hal tersebut sebagian cukup menyesatkan. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini kami bermaksud untuk memberikan pemahaman yang benar mengenai konsep digital marketing.

Konsep Digital Marketing dan Perilaku Konsumen Online

Digital marketing memiliki berbagai macam tujuan. Mulai dari menjangkau pengguna internet, hingga meyakinkan para pengguna internet untuk membeli produk atau memakai jasa Anda.

Mari kita ambil contoh pada diri kita sendiri untuk dapat memahami konsep digital marketing. Misal, kita akan membeli sebuah produk di marketplace, kemudian kita akan bandingkan harga dengan melakukan searching di google untuk kata kunci produk + harga.

Ketika kita menemukan hasil di website selain marketplace, kemungkinan kita akan membeli di website tersebut, atau di website yang di referensikan di situs tersebut. Dan ini artinya kita tidak jadi beli di marketplace yang awal kita ketahui informasi produk tersebut.

Sehingga dalam hal ini, kita dapat memahami bahwa customer buying journey merupakan dasar pemahaman dari konsep digital marketing yang sedang kita bahas ini.

Perilaku Konsumen Online

Dengan memahami perilaku konsumen online, maka kita dapat memahami bahwa digital marketing memerlukan konsep yang jelas dan berdasar untuk kemudian diaplikasikan pada sebuah rencana dan strategi digital marketing.

Perilaku Konsumen Online

Digital marketing memerlukan perencanaan, dengan konsep digital marketing yang jelas maka Anda dapat lebih mudah merumuskan rencana dan strategi.

Pada praktiknya kita akan menemui yang namanya “digital marketing funnel” atau corong pemasaran digital. Ini merupakan stage atau tahapan dalam digital marketing yang harus dilakukan secara berurutan dan konsisten.

Konsep Digital Marketing Funnel

corong pemasaran online

  • Awareness

    Dalam tahap ini, aktivitas digital marketing dikerahkan untuk memberitahukan ke publik mengenai keberadaan bisnis kita. Konsumen online tidak akan langsung percaya dengan bisnis atau produk Anda. Mereka harus “diedukasi” secara perlahan untuk memupuk kepercayaan.

  • Desire

    Setelah brand atau bisnis atau produk Anda mulai dikenal oleh konsumen online, kini saatnya untuk membuat mereka tertarik dengan apa yang anda tawarkan. Dalam tahap ini, Anda dapat edukasi para calon konsumen atau pemirsa online untuk memahami solusi atas masalah mereka. Secara singkat, tahapan ini menyampaikan paint-point (masalah), solusi dan manfaat.

  • Call to Action

    Tahap ini adalah mengubah pemirsa online di web dan akun sosmed Anda menjadi pembeli online. Ini merupakan tahapan untuk menghasilkan konversi atau penjualan atau prospek untuk bisnis vertikal (B2B).

Ketiga hal tersebut di atas merupakan konsep dari digital marketing yang sebenarnya dan lebih sering disebut sebai Inbound Marketing. Sedangkan SEO, Sosmed, e-Mail marketing, dan sebagainya merupakan saluran digital marketing, bukan konsep digital marketing.

Semoga sampai di sini, kita dapat memahami bersama bahwa konsep digital marketing adalah bagaimana menyiapkan program digital marketing dengan memiliki dasar yang tepat. Selanjutnya, kita juga perlu memahami cara mengukur kinerja digital marketing agar memiliki dasar untuk melanjutkan, menghentikan, atau memperluas.

Pentingnya Pengukuran Kinerja Digital Marketing

Setiap tahapan (awareness, desire, call to action) dapat digunakan untuk pengukuran kinerja marketing. Pengukuran kinerja atau KPI digital marketing ini berguna untuk meningkatkan kualitas dan hasil dari aktivitas pemasaran online Anda.

Dalam tahap awareness. Kinerja digital marketing diukur dari jangkauan pemirsa. Seluruh aktivitas baik di search engine dan sosial media, semata-mata hanya untuk menjangkau pemirsa lebih luas. Dengan demikian, bisnis, brand atau produk Anda dikenal lebih banyak orang.

Tahap desire atau ketertarikan, dapat diukur dari berapa banyak orang yang masuk ke website kita. Biasanya ini dapat dilihat di Google Analytics pada ringkasan pemirsa. KPI yang umum digunakan adalah CTR atau Click Trough Rate. CTR adalah perbandingan dari berapa banyak orang yang melihat informasi website Anda di search engine dengan berapa banyak yang melakukan klik dan mengukur website Anda.

Sedangkan untuk di sosial media, tahapan desire dapat kita ukur melalui insight dengan melihat post engagement. Sebetulnya pengukuran ini ada banyak jenisnya.

Pengukuran konversi ada berbagai macam.

  • Untuk perusahaan B2B, konversi dapat merupakan berapa banyak e-mail prospek yang diterima melalui contact form di website.
  • Untuk bisnis retail offline, konversi dapat merupakan berapa banyak orang yang datang ke lokasi bisnis Anda.
  • Untuk bisnis retail online, konversi merupakan berapa banyak orang yang menempatkan order.

Pada akhirnya, pebisnis harus memberikan sentuhan akhir seperti melayani konsumen dengan baik, ramah pada pelanggan, meningkatkan kualitas produk dan jasa, dan sebagainya.

Digital marketing bukanlah senjata pamungkas satu-satunya, seperti senjata ajaib. Namun, bisnis sekarang ini memerlukan digital marketing untuk memperluas jangkauan pasar dan sangat berguna sekali untuk mengatasi persaingan.

Anda dapat mengikuti kelas pelatihan digital marketing yang selalu kami adakan di setiap week-end, berlokasi di Kemang, Jakarta Selatan.

Share This