Seperti yang dilansir dari TechCrunch.com, Facebook dan Instagram sedang memperluas cakupan negara untuk menyembunyikan instagram likes. Hal ini dapat mendorong belanja iklan pada Facebook dan Instagram tentunya.

Kenapa Instagram Likes Disembunyikan?

Pada umunya, selama ini orang melihat jumlah like di instagram sebagai metrik kesuksesan. Tentu ini menggoda para bisnis UKM dan Agency Paket Hemat untuk membeli instagram likes untuk mendapatkan kekaguman. Jika sebuah posting tidak mendapatkan cukup suka, orang-orang menghapusnya agar seolah-olah semua foto mereka adalah hit.

Dengan demikian, penggunaan jasa influencer di instagram selain dapat mendorong instagram likes, juga dapat mendorong penjualan secara sementara walau retensinya sangat lemah. Namun untuk menggunakan jasa influencer instagram kita harus chek-and-re-check, dengan minta screenshot data demografi / lokasi followernya.

Walaupun responnya bagus, kita juga harus cek akun-akun seperti apa yang terlibat dalam like dan komentar. Jangan sampai hanya follower robot yang nge-like.

Instagram likes telah disembunyikan untuk beberapa negara, seperti Canda dan sekarang telah meluas ke 6 negara:

  • Irlandia
  • Italia
  • Brazil
  • Jepang
  • Australia, dan
  • Selandia Baru.

Tentu ada kemungkinan akan meluas ke Asia Tenggara, seperti Indonesia. Untuk itu, kita perlu mengetahui apa saja dampaknya jika instagram likes di “sensor” di Indonesia.

instagram likes menghilang dari keterlihatan pemirsa

Secara teori, menyembunyikan instagram likes dari feed dapat memungkinkan orang memahami apa yang bekerja, tanpa harus terlalu khawatir tentang apa pun pencitraan dari hitungan likes.

Alasan utama disembunyikannya instagram likes adalah agar para pengguna lebih dapat berfokus pada gambar dan video. Tentunya hal ini memberikan dampak “kengerian” tersendiri bagi para pengguna dan penyedia jasa influencer instagram.

Instagram juga membuat langkah terbaru untuk mengatasi intimidasi atau bullying. Awal bulan ini, mereka mengumumkan alat baru yang menggunakan kecerdasan buatan (A.I) untuk memberi tahu pengguna ketika komentar dapat dianggap ofensif sebelum diposting.

Apa Dampaknya Jika Instagram Likes Disembunyikan?

Sebelumnya, jumlah pengikut sudah tidak penting lagi. Memalsukan jumlah pengikut yang Anda miliki sangatlah mudah. Bahkan lebih mudah daripada menipu tingkat keterlibatan Anda. Perlu saya sampaikan, bahwa konteks pembahasan ini adalah dalam lingkup digital marketing, bukan masalah follower atau instagram likes yang di buat melalui robot.

Berikut beberapa dampak jika instagram likes disembunyikan:

  • Agensi periklanan yang sering “mengakali” engagement rate ke client mereka demi meraup keuntungan besar selain “deliver-ability” atas pekerjaan mereka juga akan menemui masalah besar.
  • Meskipun likes disembunyikan, kita akan tetap dapat melihat pada statistik atau insight. Hanya saja, tanpa tampilan likes tentunya akan kurang meyakinkan pemirsa akun endorser. Dan ini tentunya akan menjadi masalah besar bagi para selebgram dan pengguna jasa endorse mereka.
  • Jika likes disembunyikan, ini akan memungkinkan terjadinya peningkatan jumlah iklan (resmi) berbayar, karena para pelaku bisnis dan Brand tetap saja mencari lebih banyak jangkauan. Otomatis, ini akan menyulitkan para influencer yang memberikan jasa endorse produk atau Brand. Apalagi untuk penyedia jasa bot instagram likes.
  • Mau tidak mau, para influencer harus menawarkan jasa animasi video dan sebagainya. Padahal, pengguna internet di Indonesia masih “terbebani” dengan melihat video ketimbang melihat grafis, ini masalah sosial ekonomi yang berkaitan dengan kuota internet mereka.

Penggunaan jasa buzzer atau influencer di Instagram cukup ramai, bahkan sampai ada website untuk mencari para buzzer. Para influencer tersebut memiliki jumlah pengikut yang cukup banyak, rata-rata di atas 50.000 followers.

Dampak dari disembunyikan instagram likes tentu akan menggerus basis penghasilan para influencer / buzzer / selebgram.

Dengan dampak yang ada, ini merupakan momentum untuk menggunakan teknik digital marketing berdasar praktik terbaik. Sebab, konsumen online di sosial media akan lebih tertarik dengan “honesty” atau ketulusan. Sekali kita di “Brand” menipu karena memakai memalsukan jumlah follower dan likes, maka setelah itu mereka tidak akan percaya lagi pada apa yang kita tawarkan.

Teknologi Terus Berubah, Maka Beradaptasilah Dengan Cepat..

Satu hal yang terus terjadi adalah, teknologi berubah, dan kita tidak dapat menghindari hal tersebut untuk tetap eksis. Pengetahuan serta kemampuan kita untuk beradaptasi dengan cepat merupakan faktor penting di era digital sekarang ini.

Dengan pembatasan yang hampir pasti akan terjadi di Indonesia untuk instagram likes, tentu Brand dan Bisnis harus mulai meng-antisipasi perubahan tersebut.

Sebenarnya, apa yang dicari dari penggunaan influencer adalah jangkauan dan keterlibatan, karena hal tersebut dapat merepresentasikan efektivitas promosi di sosial media.

Seperti terlihat pada instagram salah satu peserta pelatihan desain grafis sosmed like pro dan juga mengikuti pelatihan manajemen iklan sosmed kami.

Terlihat hanya ada 2 likes, namun sebetulnya ada lebih 1000 likes dengan jangkauan pemirsa hampir 10.000 orang.

Tentunya cara seperti ini lebih dapat diandalkan dalam “berjualan online”.

Selain itu, peserta kami tersebut telah membuat website, sehingga kegiatan pemasaran di instagram dapat memberikan pengunjung organik ke website dan juga turut “menghangatkan” popularitas di search engine untuk domain alaishaa’s kitchen.

Cara ini merupakan praktik yang benar untuk strategi digital marketing yang juga pelatihannya kami adakan setiap di awal dan akhir bulan.

Dalam skala lebih besar lagi, tentu akan terjadi pemborosan jika strategi digital marketing yang terukur tidak tersedia di perusahaan Anda.

Sudah saatnya sekarang kita harus memahami manajemen iklan sosmed di FB dan IG, mulai dari cara memasang iklan, mentargetkan pemirsa, pembayaran iklan dan mengukur kinerja untuk dapat disesuaikan dari waktu ke waktu.

Selalu ada jalan keluar di setiap masalah yang akan kita hadapi. Hidup tidak serumit itu ferguso! #ThinkSimplicity

Contact

Pendaftaran

pelatihan Digital MArketing

Tanggal 2, 3, 4 Agustus 2019

Pengenalan Digital Marketing

3 Jam, Free Snack + Coffee/Tea.

Jumat, 02 Agustus 2019

17.00 - 20.00 WIB

Social Media Graphic Design

3 Jam, Free Snack + Coffee/Tea.

(Wajib bawa laptop)

Sabtu, 03 Agustus 2019

17.00 - 20.00 WIB

Manajemen Iklan Sosmed

6 jam, free lunch, snack, coffee/tea.

(Wajib bawa laptop)

Ahad, 04 Agustus 2019

14.00 - 20.00 WIB

Share This